fbpx

ALUR PERGERAKAN JEMAAH HAJI TAHUN 1442H/2021 DI MASA PANDEMI COVID-19

Reading Time: 4 minutes

Ciawi (Kemenag) — Kementerian Agama telah menyusun alur pergerakan jemaah, jika ada pemberangkatan haji 1442 H/2021 M. Alur pergerakan tersebut dirumuskan sebagai bagian dari mitigasi penyelenggaraan haji yang telah disiapkan pemerintah.

Kemenag berharap agar tetap bisa memberangkatkan jemaah haji di masa yang serba protokol kesehatan (prokes) ini.

“Penyelenggaraan haji di masa pandemi memerlukan beberapa penyesuaian. Terutama karena diberlakukannya protokol kesehatan,” kata Ramadan.

Alur pergerakan tersebut meliputi beberapa tahapan, dan harus dilalui jemaah selama melaksanakan ibadah haji:

  1. Jemaah haji diwajibkan telah divaksin Covid-19 & Meningitis.

2. Jemaah haji melakukan tes Swab Antigen setibanya di Asrama Haji.

3. Karantina di Asrama Haji 3×24 jam.

4. Pada hari ketiga tes Swab PCR

  • Jika hasil negatif, diberangkatkan ke Arab Saudi.
  • Jika hasil positif, diisolasi di Asrama Haji.

5. Jemaah haji diterbangkan dari Embarkasi menuju Bandara di Jeddah.

6. Dari Bandara Jeddah, jemaah haji diberangkatkan ke Makkah dengan bus yang diisi 50% dari kapasitas maksimal.

7. Di Makkah, dilakukan karantina 3×24 jam berkapasitas maksimal 2 orang per kamar.

8. Setelah 2×24 jam, tes Swab PCR

  • Jika hasil negatif, hari ke-4 jemaah dapat melaksanakan umrah wajib.
  • Jika hasil positif, akan dilakukan isolasi di hotel.

9. Jemaah haji yang akan melaukan umrah wajib, diberangkatkan dengan bus menuju tempat Miqat dengan memenuhi protokol kesehatan Arab Saudi.

10. Selain umrah wajib dan ifadhah, jemaah haji dijadwalkan ibadah di Masjidil Haram sebanyak 3x.

11. Pada 8 Dzulhijjah diberangkatkan ke Arafah, jemaah haji ditempatkan di tenda-tenda Arafah.

12. Sore hari tanggal 9 Dzulhijjah, Jemaah  diberangkatkan ke Muzdalifah.

13. Pelaksanaan Mabit di Muzdalifah dan Mina, serta lontar jumrah dilakukan sesuai mekanisme & ketentuan Arab Saudi.

14. Setelah selesai prosesi Haji, Jemaah diberangkatkan ke Madinah menggunakan bus dengan physical distancing (50%) dari kapasitas.

15. Jemaah ditempatkan pada hotel-hotel Madinah dengan komposisi maksimal satu kamar 2 orang.

16. Di Madinah 3 hari tidak ada pelaksanaan sholat Arbain.

17. Hari ke-4, jemaah haji dipulangkan ke Tanah air melalui Bandara Madinah.

18. Sebelum pulang ke Tanah Air, Jemaah akan dites Swab PCR kembali.

  • Jika hasil negatif, Jemaah Kembali ke tanah air.
  • Jika hasil positif, akan dilakukan isolasi di hotel.

19. Setibanya di Debarkasi, Jemaah akan dikarantina selama 5 hari.

20. Jemaah haji wajib menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

“Kesimpulannya, selama proses penyelenggaraan haji, jemaah dan petugas wajib menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta membatasi interaksi dan mobilitas,” jelas Ramadan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *